Trik Menabung Baru; Cuma Modal Awal Seribu, Hasilnya Bisa 10 Juta Setahun

Dengan penghasilan yang belum begitu besar, menabung biasanya cuma jadi angan-angan. Saat akan menyisihkan sebagian uang yang kita punya, bayang-bayang kebutuhan dan keinginan yang akan dibeli selalu lebih menggiurkan. Akhirnya, uang yang seharusnya masuk tabungan, yang ada malah masuk ke laci kasir di swalayan.

Nyatanya, menabung memang membutuhkan tekad sekuat baja. Walaupun berat di awal, sebenarnya hasil yang nantinya didapat akan lebih banyak manfaatnya daripada hanya untuk sepasang sepatu yang seringnya cuma keinginan, bukan kebutuhan.

Kalau menabung menjadi resolusimu tahun depan, Hipwee Sukses kasih nih 2 cara yang bisa kamu pakai untuk save uang sampai 10 juta rupiah hanya dengan modal awal Rp. 1.000 saja. Nggak percaya? Gini nih praktiknya…

Cara main plan 1: jumlah uang yang ditabung sesuai dengan jumlah minggu yang berjalan. Meski makin ke sana makin berat, kamu harus punya tekad kuat!

01

Cara ini mengajak kita untuk menabung dengan nominal yang disesuaikan dengan minggu yang sedang berjalan.

  • Misalnya, pada minggu pertama, kamu mulai menabung dengan nominal Rp. 1000. Di kalender, minggu pertama tertera ada tanggal 1 – 3. Jadi, pada minggu pertama kamu mulai menabung, terkumpul Rp. 3.000.
  • Lanjut minggu ke-2, nominal yang ditabung naik menjadi Rp. 2000 selama 7 hari. Sehingga, total yang didapat di minggu ke-2 adalah Rp. 14.000. Begitu seterusnya kamu lakukan sampai minggu ke-53 di bulan Desember tahun depan.
  • Makin lama minggunya mungkin terasa berat, tapi kamu nggak akan nyangka kalau yang didapat ternyata hampir mendekati 10 juta rupiah! Kalau menikah jadi target kamu 5 tahun lagi, kayaknya bisa nih cara yang satu ini dicoba.

Cara main plan 2: menabung sesuai dengan tanggal tiap bulan. Di akhir bulan, kamu tetap harus konsisten, ya!

02

Plan ke-2 ini bisa dibilang lebih ringan dari cara sebelumnya. Kamu cuma diminta menabung sesuai dengan tanggal di tiap bulannya. Dimulai dari Rp. 1.000 di hari pertama, di bulan ke-12 nanti, kamu bisa punya tabungan hampir mendekat angka 6 juta rupiah!

Dengan target uang sebanyak itu, kamu juga bisa membuat resolusi lain di tahun depan. Beli gadget atau ikut berqurban di Idul Adha nanti, misalnya.

Asal kamu disiplin, menabung itu sebenernya nggak susah sama sekali. Selain itu, kamu harus tahan atas godaan nongkrong yang nggak penting, diskon di mal atau hal-hal lainnya yang bersifat konsumtif. Bukankah untuk bersenang-senang, kamu harus bersakit-sakit dahulu? ‘Kan lumayan buat tabungan nikah…

Jadi, kalau irit karena buat ditabung untuk manfaat yang lebih besar diakhir, kenapa nggak? Selamat mencoba, ya!

3 Hal Ini Gak Boleh Kamu Lakukan di Uang Rupiah Baru

Bank Indonesia (BI) meluncurkan 11 uang rupiah Emisi 2016 dengan gambar pahlawan baru. Peluncuran uang rupiah baru ini dilakukan langsung oleh Presiden RI Joko Widodo.

Uang rupiah baru yang akan diluncurkan tersebut terdiri atas tujuh pecahan uang rupiah kertas dan empat pecahan uang rupiah logam. Uang rupiah baru ini menampilkan 12 gambar pahlawan nasional yang baru.

Uang rupiah baru ini langsung mendapat perhatian dari masyarakat.

Tapi, peluncuran uang rupiah baru ini sedikit berbeda dari uang sebelumnya. Ada peraturan untuk memakainya. Hal ini diungkapkan langsung oleh gubernur Bank Indonesia (BI) Agus Martowardojo.

“Uang itu jangan dilipat, diremas, dicoret. Jangan dibasahin karena masyarakat kita di beberapa daerah itu uang baru begitu diterima dimasukin di air supaya jangan terbang tapi uangnya cepat rusak,” kata Agus di Blok M Square Jakarta, Senin (19/12/2016). Demikian dikutip Liputan6.com.

Peraturan ini dilayangkan karena mengingat lagi akan sikap masyarakat yang selama ini telah salah memperlakukan uang.

Bahkan mereka tak segan mencelupkan uang ke air.

Dengan begitu, Agus pun berharap kepada masyarakat agar lebih peduli lagi dengan mata uang rupiah. Sebab, menurutnya uang rupiah ini berperan sangat penting di tanah air karena itu adalah simbol kedaulatan bangsa.

Oleh karena itu dia meminta masyarakat mengubah pola dalam masalah perawatan uang.

Lima Jenis Harta Ini Paling Banyak Diungkap Pemohon “Tax Amnesty”, Apa Saja?

Direktorat Jenderal (Ditjen) Pajak Kementerian Keuangan melaporkan hasil terakhir tax amnesty periode pertama pada 30 September 2016 pukul 24.00 WIB, uang tebusan mencapai Rp 97,2 triliun berdasarkan surat setoran pajak (SSP).

“Jumlah deklarasi harta angkanya bisa mencapai Rp 4.500 triliun. Saat ini belum selesai di-entry. Nanti kalau sudah selesai angkanya mendekati Rp 4.500 triliun,” kata Direktur Jenderal Pajak Ken Dwijugiasteadi, Senin (3/10/2016) malam.

Ken menyampaikan, dari jenis harta yang diungkap, sebanyak 37,98 persen merupakan harta berupa kas dan setara kas. Harta jenis ini, kata Ken, sangat likuid dan bisa langsung digunakan untuk investasi. Nominalnya mencapai sekitar Rp 1.376,48 triliun.

Harta kedua terbanyak yang diungkap pemohon amnesti pajak yaitu investasi dan surat berharga yang mencapai Rp 1.016,04 triliun atau sekitar 28,03 persen dari total harta yang dideklarasikan. “Ini juga termasuk likuid,” kata Ken.

Pada peringkat ketiga, ada tanah, bangunan, dan harta tak bergerak lainnya yang jumlahnya mencapai Rp 568,34 triliun atau sekitar 15,68 persen.

Berikutnya di posisi keempat yaitu piutang dan persediaan sebesar Rp 472,39 triliun (13,03 persen).

“Terakhir adalah logam mulia dan barang berharga dan harta gerak lainnya, nominalnya mencapai Rp 141,98 triliun atau sebesar 3,92 persen dari total harta yang dideklarasikan,” ungkap Ken.

Dalam kesempatan sama Wakil Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Suryadi Sasmita mengatakan, ada juga pengusaha besar yang baru akan ikut tax amnesty pada periode kedua ini.

Sebab, kata dia, dari survei ke beberapa rekan pebisnis ternyata ada yang baru menyelesaikan 70-80 persen harta yang dilaporkan.

“Artinya dalam tiga bulan ini (sampai Desember) mereka masih ada sisa-sisa (harta yang mau dideklarasikan). Mereka akan masukkan (di periode kedua),” kata Suryadi.

Sri Mulyani Musnahkan 11 Juta Batang Rokok Ilegal

Direktorat Jenderal Bea Cukai (DJBC) Kementerian Keuangan berhasil menindak rokok ilegal sebanyak 11.266.600 batang dan satu buah mesin pembuat rokok merek Shenzen yang berkapasitas produksi 1.500 batang rokok per menit.

Hasil penindakan tersebut secara resmi dihancurkan oleh Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati yang didampingi Direktur Jenderal Bea Cukai Heru Pambudi di kantor pusat DJBC, Jakarta, Jumat (30/9/2016).

Penindakan tersebut dilaksanakan sebelumnya di Jakarta dan Klaten (Jawa Tengah). Secara jumlah, ini merupakan penindakan yang cukup besar dilakukan oleh pegawai bea dan cukai.

“Rokok ilegal sangat membahayakan kesehatan dan ketersediaan lapangan pekerjaan, karena mempengaruhi jumlah produksi rokok legal, serta mempengaruhi penerimaan negara,” ungkapnya.

Sri Mulyani menyatakan, pemerintah harus memberi ruang pengusaha tembakau lokal untuk menjual produknya pada industri rokok, sambil juga menyusun langkah-langkah agar petani tembakau dan pihak-pihak yang terkait beralih pada industri lain.

Pemerintah akan menyusun tata niaga impor tembakau serta merancang kebijakan terkait industri rokok agar dapat mengalihkan dari pasar domestik ke pasar internasional, melalui pemberian fasilitas dalam bentuk kawasan berikat atau fasilitas lainnya.

“Kita akan terus berupaya untuk menindak dan menegakkan hukum di bidang rokok ilegal,” tukasnya.

Dolar AS Jatuh 125 Poin ke Rp 12.900

 

Mengutip data perdagangan Reuters, Selasa (27/9/2016), dolar AS sore ini bergerak di level Rp 12.908.

Pergerakan dolar Amerika Serikat (AS) terus melandai terhadap rupiah. Mata uang Paman Sam tersebut terus bergerak turun. Sejak tadi pagi hingga sore ini, dolar AS sudah jatuh hingga 125 poin ke level Rp 12.900.

Sesaat sebelumnya, dolar AS sempat menyentuh level terendahnya di Rp 12.900.

Sejak pagi tadi, dolar AS memang terus bergerak menurun.

Mengawali perdagangan pagi tadi, dolar AS dibuka melemah ke Rp 13.025 dibandingkan posisi sore kemarin di Rp 13.033.

Secara year to date (ytd), dolar AS masih melemah terhadap rupiah sebesar 6,46%.