Kebiasaan Buruk Bikin “Wiper” Berumur Pendek

Karet wiper memang tidak memiliki ketentuan usia pakai. Namun, bila ingin kondisinya tahan lama dan lebih awet, maka pemilik mobil perlu melakukan perawatan sederhana.

Selain mengangkat wiper saat parkir di tempat panas, ada hal lain yang tidak kalah penting yakni menghindari kebiasan buruk yang bisa memperpendek usia karet.

“Masih banyak orang suka mengaktifkan wiper untuk membersihkan kaca dalam kondisi kering. Ini cukup fatal karena dapat merusak komponen karet dan lapisan film pada kaca,” kata Executive Coordinator Technical Service Division PT Astra Daihatsu Motor (ADM) Anjar Rosjadi, saat dihubungi Otomania, Senin (21/11/2016).

Permukaan kaca yang terkena debu atau kotoran, cukup berbahya bila langsung di sapu dengan wiper. Kondisi karet wiper yang kering mudah getas bila digunakan secara langsung tanpa ada cairan.

Kebiasaan buruk lain yang masih sering dilakukan adalah mengisi cairan wiper dengan sabun yang mengandung deterjen.

“Deterjen itu sifatnya panas, saat menempel lama-kelamaan akan membuat karet mudah getas dan keras. Sifat elastisnya akan hilang sehingga fungsinya tidak akan berjalan dengan baik. Saat cuci mobil juga baiknya diangkat agar karet tidak terkena langsung dengan sabun,” papar Anjar.

Konsekuensi bila Jarang Isi BBM “Full Tank”

Baik tidaknya kualitas bahan bakar mobil ternyata ikut ditentukan dari kebiasaan pemilik kendaraan. Bagi yang terbiasa mengisi BBM dalam kondisi penuh, jauh lebih baik dibandingkan yang gemar mengisi dalam kondisi tanggung.

Anjar Rosjadi, Executive Coordinator Technical Service Division PT Astra Daihatsu Motor (ADM), menjelaskan, mengisi BBM dalam kondisi tanggung atau kurang dari setengah, bisa membuat tangki mobil mengalami kondensasi.

“Kalau suka isi BBM hanya lima liter atau kurang dari setengah meyebabkan ruang kosong di tangki semakin besar. Semakin banyak ruang kosong maka makin besar proses pembentukan air dari udara atau pengembunan yang memungkinan air bercampur dengan bahan bakar,” ucap Anjar saat dihubungi Otomania di Jakarta, Senin (21/11/2016).

Menurut Anjar, ruang kosong pada tangki rawan mengalami kelembaban, apalagi bagi kendaraan yang jarang digunakan. Semakin sedikit mengisi bahan bakar, makin besar ruang kosong di tangki yang membuat area kelembaban juga makin besar.

“Proses pengembunan memang ada di tangki, tapi kalau sering dibiarkan konsong (tangki) areanya makin besar. Otomatis potensi kandungan air dari proses kondensasi juga tinggi,” ucap Anjar.

Menurutnya, paling tidak saat bahan bakar sudah berada di garis tengah, baiknya di tambahkan. Terutama untuk mobil yang tidak akan digunakan dalam waktu lama.

Heboh, Beli Motor Beat dengan Uang Rp 2000

Sekian waktu lalu publik digemparkan dengan tindakan seseorang pria yang beli Honda CBR150R seharga Rp 33, 425 juta dengan memakai duit koin di diler Honda Moto Care Depok.

Kali ini peristiwa nyaris sama berlangsung di Palembang waktu seseorang konsumen motor memakai duit Rp 2000 untuk beli motor Honda Beat seharga Rp 15 juta.

Berita itu dibagikan pemakai Facebook bernama vivi Meilly christidianne.
Akun ini menyebut kejadian tersebut terjadi di diler motor Honda Lestari Motorindo Jalan Ahmad Yani, Palembang.

“Ada yg beli Honda Beat hari ini 15juta pake 2000an semua.. :p 😀 — at Honda Lestari Motorindo Jl. A. Yani.”tulis akun tersebut.

Selain itu, ia juga mengunggah sebuah foto uang 200oan yang dimasukkan ke dalam dua buah kardus.

Dalam foto tersebut, terlihat tumpukkan uang 2000an yang sudah disusun rapi dan diikat dengan karet gelang.

Sejumlah pengguna facebook yang melihat postingan tersebut memberikan berbagai komentar beragam.

“Masyaallah…berkah sekali dan usahanya sangat bagus, gak gmpang lho” tulis akun Rully Bundanya LanaRena.

“Tukang parkir tuu” kata akun Arief Mahardiwan.

“Hebat buat yg bs nabung spt itu….” sahut akun Desain Donny Banjar.

Potingan akun Vivi ini dengan cepat menjadi viral hingga saat ini sudah disukai lebih dari 800 kali dan dishare lebih dari 900 kali.

Nissan GT-R Nismo Terbaru Turut Dijual Di Indonesia

Tanpa ada di ketahui banyak pihak ternyata PT Nissan Motor Indonesia (NMI) merencanakan untuk menghadirkan salah satu mobil sport paling barunya bernama Nissan GT-R Nismo yang sudah pasti secara mesin serta penampilan begitu istimewa seperti mobil balap jalanan. Beritanya mobil asal Jepang ini siap mengaspal di tanah air pada tahun 2016 yang akan datang. Pihak Nissan Indonesia melalui Budi Nur Mukmin sebagai GM of Marketing Strategy and Product Rencana NMI menerangkan kalau rencana untuk menghadirkan New Nissan GT-R Nismo ke pasar nasional telah cukup masak dengan perincian studi meraih 50 : 50.

Mobil bergaya sporty premium ini sendiri hanya akan dijual dalam jumlah yang sangat terbatas dan menurut Budi bagi yang berminat sudah bisa memesan mulai dalam waktu dekat ini, sedangkan peluncurannya sendiri jika benar-benar masuk ke Indonesia baru akan dilakukan pada tahun depan. Budi menambahkan konsumen dari Nissan GT-R ini adalah orang yang mengerti tentang eksensi dari sebuah mobil balap yang tidak hanya menyukai tampilannya saja melainkan juga mengerti tentang spesifikasi dari mobil tersebut. Berbeda dengan pecinta supercar yang memiliki desain fashionable dengan kemewahan dan juga keanggunan sebuah kendaraan.

Untuk urusan harga tentu mobil sport balap jalanan ini dibanderol sangat mahal sekali mengingat New Nissan GT-R Nismo memiliki berbagai modifikasi yang jauh lebih keren baik dari segi bodi maupun mesin, sekedar informasi PT NMI menjual Nissan GT-R standar dengan harga mencapai Rp 3 miliar dan kemungkinan besar versi balap ini bakal mendapatkan kenaikan hingga Rp 1 miliar dibandingkan dengan versi standar tersebut. Untuk jumlahnya memang Budi tidak menargetkan sama sekali berapa unit yang akan terjual karena melihat mobil ini sebagai kendaraan premium sehingga perlu diberikan pelayanan khusus bagi para pemiliknya.

Perlu anda ketahui New Nissan GT-R Nismo belum pernah dijual di Indonesia dan sejak tahun lalu sudah mulai dipasarkan ke negara-negara Asia maupun Eropa. Mobil ini sendiri memiliki pengembangan dari Nissan GT-R standar dengan beberapa ubahan pada sektor dapur pacu supaya mampu melesat di trek sirkuit namun masih tetap nyaman apabila digunakan di jalan raya perkotaan. Tentu rencana hadirnya Nissan GT-R Nismo versi balap ini menjadi kabar bagus bagi para pecinta mobil tanah air meskipun dapat dipastikan harganya nanti sangat mahal sekali.

Sekedar informasi Nissan GT-R Nismo memiliki tubuh cukup ramping dan aerodimanis yang didukung dapur pacu VR38DETT berkapasitas 3.8 liter twin turbo V6 serta mampu menghasilkan tenaga mencapai 600 hp dan torsi puncak hingga 481 lb-ft. Mobil ini juga dipadukan dengan transmisi sequential kopling ganda sehingga memberikan sensasi berkendara sangat mirip dengan mobil balap sungguhan.

Sementara itu untuk Nissan GT-R standar yang saat ini sudah dijual di Indonesia pertama kali diperkenalkan pada ajang Tokyo Motor Show 2007 dan masuk ke Indonesia baru pada tanggal 7 Juli 2008. Meskipun dibanderol mencapai Rp 3 miliar namun publik tanah air cukup antusias dan menarik minat banyak pecinta mobil sport, apalagi mobil ini didukung dapur pacu yang cukup luar biasa meskipun masih di bawah versi Nismo yaitu berkapasitas 3.8 L V6 DOHC yang mampu menghasilkan tenaga mencapai 478 hp pada putaran 6.400 rpm dan torsi puncak hingga 558 Nm pada 5.200 rpm.

Penasaran seperti apa wujud asli dari Nissan GT-R Nismo untuk pasar Indonesia tunggu saja kabar selanjutnya dan dengan sosoknya yang jauh lebih mewah dapat dipastikan mobil ini menyasar para orang kaya usia muda dan pecinta balap di tanah air.

Ini Akibatnya Kalau Mobil Sering Ganti Merek Oli Mesin

Merek oli yang beredar di Indonesia cukup banyak. Masing-masing menawarkan keunggulan berbeda, dan saling mengklaim punya kualitas terbaik.

Meski jarang terjadi, namun pasti ada saja pengguna mobil yang sering ganti merek ketika mengganti pelumasnya. Jika seperti itu, apa akibatnya?

Anzar Rosjadi, Executive Coordinator Technical Service Division PT Astra Daihatsu Motor (ADM) mengatakan, sebenarnya selama API (American Petroleum Institute) dan SAE (kode tingkat kekentalan oli) sama tidak masalah. Hanya, terkadang ada merek yang tidak konsisten menjaga kualitasnya.

“Setiap merek itu punya racikan sendiri, biasanya dari formula aditive yang digunakannya. Kalau olinya beda merek, additive yang tersisa di mesin sebelumnya bisa bercampur dengan merek baru,” ujar Anzar kepada Otomania memalui pesan singkat akhir pekan lalu.

Anzar menambahkan, kondisi seperti itu bisa menjadikan reaksi-reaksi additive menjadi netral, bahkan dapat saling menguatkan atau malah sebaliknya.

“Tetapi secara efek mungkin tidak signifikan. Dianjurkan untuk tetap menggunakan merek dan spesifikasi yang sama setiap mengganti oli mesin mobil,” kata dia.